Oleh: kesmasy | Januari 9, 2010

Budaya Sehat dari Nenek Moyang (bag.1)

Kita mungkin pernah melihat berbagai budaya atau kebiasaan suatu suku/daerah. Ternyata kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sejak nenek moyang dulu mengandung unsur-unsur yang berkaitan dengan kesehatan. Berikut adalah contoh-contoh kebiasaan tersebut.

ACEH – Gerakan Otak Merdeka

Jangan salah kaprah, gerakan otak merdeka bukanlah organisai yang menuntut kemerdekaan daerah, tapi kemerdekan otak yang kita miliki. Kombinasi dan harmonis yang diciptakan oleh gerakan tubuh secara cepat dan lambat dalam Tari Saman akan membuat otak kanan dan kiri bekerja secara bersamaan.

Zaman dulu, Tari Saman hanya dilakukan oleh 15-30 orang laki-laki muda dan kuat karena membutuhkan tenaga/ ketahanan fisik yang luar biasa. Rangkaian gerakan tubuh kiri dan kanan seta kecepatan merupakan senam otak sekaligus latihan penguat kardiovaskular.

SUMATERA UTARA – Makan untuk Tulang Kuat dan Hindari Stress

  • Orang Batak cukup pandai menyiasatai Stress. Untuk merayakan kesehatan dan panjang usia bagi para lanjut usia, mereka mengadakan upaca dengan makan enak. Tapi, upacara yang bernama sulang-sulang ini juga dilakukan pada lansia yang sakit dengan harapan cepat sembuh. Ternyata dengan membahagiakan lansia ini, bisa menghilangkan stress yang mereka alami.
  • Salah satu olah raga favorit Suku Nias, bahkan menjadi icon di Nias adalah lompat batu. Lompat di atas batu dengan ketinggian 2 meter, awalnya merupakan sebuah simbol untuk menandakan kedewasaan seorang anak laki-laki bagi yang bisa melewati batu tersebut dengan melompatinya. Bila dilihat, olahraga ini merupakan sebuah olahraga untuk melatih otot penyangga tubuh. Tentu saja hal ini bisa dilakukan apabila memiliki kekuatan dan kelenturan kaki yang prima. Jika anda ingin mencoba kekuatan dan kelenturan kaki, maka anda tidak perlu melompati batu yang disusun hingga 2 meter di rumah anda ataupun melompati pagar rumah anda yang tingginya 2 meter. Anda cukup mencoba mendaki gunung.
  • Kebiasaan lain dari tanah Batak ini adalah kebiasaan makan sop tulang pada ibu hamil agar anaknya memiliki tulang dan fisik yang kuat. Kandungan kalsium dalam sop daging dan tulang akan memperkecil resiko anda untuk terkena osteoporosis.

SUMATERA BARAT – Berburu, Usir Stress

Suku Minang di Sumatera Barat (Sumbar) memiliki sebuah kebiasaan memburu. Berburu yang awalnya hanyalah mengusir hama, akhirnya menjadi kebiasaan serta uji ketangkasan para lelaki Minang. Dengan panduan anjing, mereka mengejar babi hutan yang merusak ladang. senjata yang dulu biasa dipergunakan adalah pisau dan tombak. Menurut Drs. Osman, berburu merupakan olahraga sekaligus kesenangan karena manfaat yang diperoleh adalah kesehatan fisik.

Untuk mendapatkan sensasi alam liar, melepas stress sekaligus melatih otot seluruh tubuh, maka bergabunglah dengan kelompok menembak yang rutin melakukan aktivtas berburu. Sebaiknya anda mendaftar di organisasi yang jelas secara hukum.

JAMBI – Hidup Alami

Orang Rimba (Kubu) di Jambi mencari hasil hutan dan umbi-umbian seperti benor, gadung serta humbud. Orang Rimba jarang yang terkena penyakit atau masuk angin walau mereka hanya memakai cawat kain saja.

Faktanya, tanaman organik mengandung beberapa antioksidan seperti  flavonoids dan polyphenoloids. Antioksidan mampu memperkecil risiko seseorang terkena penyakit kenker dan jantung. Hasil penelitian para ahli dari Universitas California, Davis menunjukan, pupuk dan pestisida merupakan biang keladi turunya kandungan antioksidan dalam tanaman.

Sekarang telah mulai banyak mekanan organik yang dapat dijumpai di supermarket, walaupun harganya sedikit lebih mahal. Tapi hal itu akan sebanding dengan manfaat yang akan kita rasakan.

PALEMBANG – Pelihara Jagoan

Di musim penghujan seperti sekarang ini, trentunya akan terjadi pesta darah besar-besaran. Yups, sebuah pesta bagi nyamuk Aedes aegypti. Tapi penduduk Kota Palembang punya tips sendiri untuk merusak pesta tersebut, yaitu dengna cara memelihara ikan Trichpsis vitatus atau dikenal dengan nama ikan cupang.

Faktanya, setelah proyek memelihara ikan cupang dilakuakn, kasus penyakit demam berdarah di Palembang turun dari 1564 kasus pada tahun 2000 menjadi 816 kasus pada tahun 2001.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: