Oleh: kesmasy | Januari 9, 2010

Hiperkes

Hiperkes berkembang setelah abad ke-16. Pada tahun 1556 oleh Agricola dan 1559 oleh Paracelcus di daerah pertambangan.

Benardi Rammazini (1633-1714), dikenal sebagai bapak Hiperkes, yang membahas hiperkes di industry textil terutama mengenai penyakit akibat kerja (PAK).

Tujuan utama hiperkes yaitu menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.

Faktor yang mempengaruhi sehat dan produktifitas yaitu

  1. beban kerja (fisik, mental, sosial
  2. beban tambahan dari lingkungan (fisik, kimia, biologis, fisiologis, psikologi)
  3. Kapasitas kerja berupa keterampilan, kesegaran jasmani, kesehatan tingkat gizi, jenis kelamin, umur, ukuran tubuh.

Hiperkes adalah spesialisasi dalam ilmu hygiene beserta segala sesuatu prakteknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit baik kualitatif maupun kuantitatif dalam lingkungan kerja melalui pengukuran-pengukuran yang hasilnya digunakan untuk tindakan korektof dan upaya pencegahan.

Kesehatan kerja merupakan spesialisasi dalam ilmu kesehatan atau kedokteran beserta dengan praktek yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha-usaha preventif dan kuratif.

Ruang lingkup hiperkes;

  1. Kesehatan kuratif
  2. Kesehatan preventif
  3. Pengamanan bahaya oleh prses produksi
  4. Penyesuaian alat dan tenaga kerja

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat peralatan, bahan, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, cara kerja serta proses produksi.

Hipekes berupa laporan kesehatan yang ditujukan kepada pemelihara dan mempertinggi derajat kesehatan tenaga kerja, dilakukan dengan pengatura pemberian pengobatan, perawatan, mengatur persediaan tempat, cara dan syarat kerja yang memenuhi syarat untuk pencegahan penyakit baik sebagai akibat pekerjaan maupun penyakit umum serta menetapkan syarat kesehatan kerja bagi perum tenaga kerja.

Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi akibat kerja atau kecelakaan yang terjadi sangat berhubungan dengan kerja, baik akibat langsung maupun terjadi pada saat pekerjaan dilakukan atau yang terjadi di lokasi pekerjaan.

Upaya pencegahan;

  1. Substitusi, yaitu mengganti bahan yang berbahaya dengan tidak
  2. Ventilasi
  3. Isolasi
  4. Proses produksi, yaitu perbaikan terhadap peralatan atau penggantian proses produksi
  5. Pemantauan penc
  6. Perlindungan diri
  7. Pelatihan/ pendidikan
  8. Pemeriksaan kesehatan, PKTK awal, berkala, dan khusus

Program Pokok

  1. Recognition (pengenalan)
  2. Evaluation (penilaian)
  3. Controlling (pengawasan dan pengendalian)

Recognation (Pengenalan)

  1. mencari informasi mengenai lokasi-lokasi bahaya dalam lingkungan kerja, dan mengetahui proses operasi
  2. survey pendahuluan, meliputi:
  • sanitasi umum berupa sumber air, syarat sanitasi, dll
  • bahan baku yang digunakan
  • sumber kontaminasi
  • alat pengendalian yang digunakan

Evaluation (Penilaian)

  1. pengambilan dan pemeriksaan sampel (sebelumnya harus ditentukan dulu titik sampel, jumlah sampel dan waktu pengambilan sampel)
  2. membandingkan hasil dengan standart (NAB)
  3. interprestasi hasil

Kegunaan NAB

  • sebagai kadar standart untuk perbandingan
  • pedoman untuk perencanaan produksi dan tekhnologi pengendalian
  • substitusi bahan beracun dengan yang tidak beracun
  • membantu menentukan gangguan kesehatan

Controlling (Pengawasan dan Pengendalian)

1. pengendalian secara tekhnis

  • substitusi
  • peruvahan proses
  • isolasi proses
  • penggunaan Local Exhauster
  • ventilasi

2. pengendalian secara administrasi

  • pendidikan dan latihan
  • shift kerja dan rotasi kerja
  • pemerikasaan kesehatan

3. pemakaian APD


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: