Oleh: kesmasy | Februari 19, 2010

Kenapa Anak Autis tidak Mau Dipeluk?

Para ilmuwan mengklaim telah menemukan penyebab mengapa anak yang mengidap autisme tidak mau disentuh atau dipeluk, bahkan oleh orang tuanya sendiri.

Jawaban ini diperoleh setelah para ilmuwan meneliti pengidap sindrom Fragile X, penyakit genetik yang kerap dikaitkan dengan autisme. Sindrom ini juga dikenal sebagai penyebab utama retardasi mental dan kesulitan belajar yang bersifat turun temurun.

Hasil riset menunjukkan, Fragile X menyebabkan tertundanya perkembangan sensor pada bagian otak yang disebut kortex, yang berfungsi merespon sentuhan. Efek domino yang dipicu oleh tentundanya perkembangan ini menyebabkan hubungan antara sel otak menjadi terganggu.

Fragile X disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom X perempuan  yang mempengaruhi pembentukan sinap, jaringan penting yang menghubungan sel-sel saraf dalam otak.  Oleh karena anak laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, mereka menjadi lebih rentan dipengaruhi  sindrom ini ketimbang perempuan. Sedangkan pada perempuan yang memiliki dua kromosom X, pengaruhnya tidak akan terlalu besar kalaupun salah satu kromosomnya terganggu. Anak laki-laki secara umum memang lebih rentan mengidap autisme ketimbang perempuan.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Neuron, para ilmuwan Amerika Serikat melakukan riset pada tikus yang mengidap Fragile X. Dari riset ditemukan, mutasi yang terjadi pada tikus ini menghalangi produksi sejenis protein yang berkaitan langsung dengan protein pembentuk sinaps. Ini berarti bahwa perkembangan sinaps tertunda pada sensor korteks.

“Ada periode kritis dari perkembangan akhir ini karena otak menjadi sangat plastik dan berubah menjadi sangat cepat. Seluruh elemen dari perkembangan yang cepat ini seharusnya terkoordinasikan sehingga otak menjadi terhubung dengan benar dan berfungsi semestinya,” ungkap pimpinan riset Dr Anis Contractor, dari Northwestern University.

Mereka yang mengidap sindrom ini, kata  Dr Contractor, mengalami gangguan   perabaan (tactile defensiveness), menjadi cemas dan sering menarik diri dari hubungan sosial. Mereka tak mau menatap mata orang lain, tak mau dipeluk oleh orang tuanya, dan mereka sangat sensitif terhadap sentuhan dan suara.

“Semua dari ini menyebabkan  kecemasan bagi keluarga dan  teman-teman sebagiaman halnya bagi pasien Fragile X sendiri.  Sekarang kami memahami untuk pertamakalinya apa yang salah dengan otak mereka,” paparnya.

Sumber: TrbPku


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: